cool to be you (JKT48 related)

Apaan sih jeketi48, kayak tai

Kata itu tertanam di pikiranku. saat ini aku sedang di Jakarta dan unfortunately, aku ke Jakarta dengan dua tujuan: Menonton atomic fest dan mengunjungi theater jkt48

So many “cool” people give a fuck about them, pretending they are the coolest guys on the earth and don’t need something “freak” like idolize  little girls … like I did

Merenungi semua itu, aku dan 3  cowok yang sama-sama berangkat dari kota malang termenung di dalam busway, kami bertiga akan bertemu para “freak” yang lain, mereka yang bahkan aku tidak pernah bertemu sebelumnya. Kita hanya saling menerka lewat akun-akun jejaring social. Dan kita, yang aku yakin sebagian besar sudah pada masa penghujung remaja disatukan oleh hal “gila” semacam ngefans jekate48, ngefans sama anak-anak kecil … like they said

Mereka dan aku, sekumpulan orang-orang “freak” saling berkumpul di suatu rumah teman baruku. Saling kikuk pada awalnya,  namun kita memang tidak  jauh dari apa yang kita tunjukan di akun media social. Kita cepat akrab dan terciptalah circle baru, teman-teman yang tidak akan aku duga sebelumnya. Berbagai umur, berbagai lokasi, dan berbagai kalangan

Bener-bener udah gak punya kerjaan, seneng jeketi48

Berbagai kata-kata sudah merasuk kepalaku, aku sudah malas perang dingin dengan orang-orang semacam ini. Lihatlah timeline di twitterku. banyak orang-orang hebat: ada yang expert soal music, film, fotografi, bahkan mereka bisa memberikanku berbagai life course hanya lewat guratan kata-kata yang lebih memotivasi daripada kata-kata motivasi Mario teguh sekalipun

Orang-orang ini, yang mungkin tidak bisa memandang jeketi48 seperti apa yang aku lihat sekarang ini, nyatanya bisa go trough with them. Mereka bisa mengkondisikan jokes mereka dengan fenomena jkt48 yang memang sedang booming di Negara kita saat ini. Mereka bahkan tanpa sadar mengetahui satu dan dua hal dari member-member jeketi. Ikut membaur dengan fenomena ini, saling respect dan mungkin tak jarang memberi komentar yang membuatku sadar dan tidak melewati tali-tali maniak dan terjaga di tempatku berada. Sungguh nyaman berada diantara mereka yang mempunyai pandangan tersebut terhadap “hal freak dan konyol” yang aku sukai Yang mana mungkin dirimu menganggap mereka hanya sekumpulan gadis konyol dengan maniak-maniak fans yang memuja mereka

Bukan rahasia lagi kalau member-member jeketi memang memiliki beragam kepribadian dan keterampilan, kelebihan, dan juga kekurangan. Semua itu bagaikan sekelompok buku-buku tentang manusia yang menarik untuk dibaca. Well, kedengaran seperti kurang kerjaan disaat kalian punya teman nyata yang bisa kau pahami sifat-sifatnya. Namun tuhan mengenalkan mereka kepadaku dan kepada ribuan jiwa lainya. Memberi kepuasan semu tentang arti mengenal lebih dalam setiap individu

Balik ke orang-orang di sekelilingku, aku sama sekali tidak pernah push mereka untuk turut masuk ke duniaku. Dan well, aku masih menggunakan akun primary (karena memang aku hanya memiliki 1 akun saja) untuk hal-hal jeketi. Sadar, mungkin mereka merasa risih, terganggu oleh apa yang aku tulis di jejaring social, namun seiring waktu berjalan akupun menjadi lebih bijaksana memakai akun tersebut, dan kalianlah yang menilai secara pribadi apa isi twitterku saat ini

Apaan tu jeketi48, menjijikan

Guratan kata-kata itu kembali muncul di pikiranku. Saat ini aku sedang berada di sebuah mall dimana gedung theater jkt48 berada. Disini aku bertemu lebih beragam lagi “teman-teman” baru. Mereka semua mengesankanku, bagaimana mereka bisa seolah-olah memilah dimensi kehidupan mereka untuk dunia nyata dan dunia ini. Mereka pekerja, mahasiswa, petualang … bahkan aku bertemu orang-orang yang menginfluence twitterku seperti dari kalangan japan otaku dan bahkan, vocalist band kesukaanku … dia ikut menyaksikan pertunjukan ini, aku tersenyum

Tak kusangka tak kuduga aku bertemu orang-orang yang sudah kuamati twitternya sejak lama, dan mereka memang tidak jauh dari apa yang mereka citrakan di twitter

Shit,bahagia itu emang gak perlu ribet seperti standardmu, haters

Bertemu dengan gadis itu secara langsung saat berjalan-jalan di mall tersebut, terasa biasa saja namun dalam hati, aku mengenangnya bagaikan bertemu seseorang yang sudah lama kuidamkan untuk bertemu.

Shania, mungkin kau tau atau mungkin juga tidak peduli. Di usianya yang masih belasan tahun dan pertemuan tak sengaja di mall itu, tanpa make up, dan pakaian casual seperti layaknya gadis SMP biasa dan waktu itu aku sangat dekat denganya. Kita tidak saling berbicara Dalam senyumanya terdapat ribuan kata yang tidak dapat ku ungkapkan seperti “hello, selamat datang”, “semoga kalian menikmati show kami” atau mungkin yang paling norak “tak perlu malu untuk mengenal kami dan menyukai dunia ini”

Nabilah, satu lagi nama yang mungkin asing di telingamu. Dengan megaphonenya meneriaki aku supaya membeli CD mereka, bagimu mungkin terkesan bagai kegiatan freak lainya

Bertemu mereka tidak seperti yang kebanyakan hanya kau ketahui dari layar televisi yang sudah mencuci otakmu dengan hiburan-hiburan konyol dan bahkan lebih norak dari “hiburanku” ini. Bila di benak kalian aku akan berteriak-teriak sambil mengacung-acungkan poster atau yang lainya. Asal tau saja aku masih bertindak sesuai umurku sekarang, hanya menatap, mengangguk dan tersenyum. Tanpa mengurangi kesenangan bertemu mereka secara langsung tentu saja

Jadi kalian menyukai lagu-lagu dan tarian yang norak tersebut?, kalian tidak ingat umur

Sekarang aku sedang ditengah show, aku menikmati segala yang telah kubeli melalui tiket masuk theater tersebut. Bila kalian bertanya “apa yang bisa kau nikmati dari menonton mereka?” . well, aku bisa berkata kalau aku menikmati semua hal yang mungkin tidak bisa kau nikmati: tata panggung, kostum yang unik dan selaras dengan lagu-lagu mereka, tatap muka dengan gadis-gadis itu, senda gurau dengan penonton yang aku juga tidak kenal, bahkan  menikmati saat dimana aku mengayunkan “lampu idiot” dan juga “teriakan-teriakan tidak jelas seperti orang gila” yang kalian cap sebagai perbuatan nista pada umur sepertiku

Canda tawa bersama teman-teman baruku, dan show yang sama sekali baru ini tertata rapi sebagai sebuah kenangan manis. Sebenarnya show ini sama saja dengan hiburan lain. Aku berteriak, tertawa dan senang … namun dengan cara lain dan dimensi yang berbeda.

Bila kalian mencap kami sebagai kaum-kaum berdelusi, sepenuhnya tidak seperti itu. Aku banyak menjumpai pasangan-pasangan yang ikut nonton theater, dan aku percaya nonton jeketi adalah hiburan baru untuk berbagai macam kalangan disini, tidak di duniamu

Yap, aku bisa mengerti … mungkin kalian telah datang ke konser music yang keren, tata panggung yang lebih bagus dan lain-lain. Aku tak peduli betapa kerenya kalian dan pertunjukan kesukaanmu. This is my world, and my world not only on the static line

Show selesai, aku terdiam sejenak di deretan kursi penonton dan merenung

Sesungguhnya hal seperti ini tidak pertama kali kualami, harus dicela demi apa yang kusenangi

Kembali ke masa SMP ketika aku masih sangat suka berbagai kartun dan jagoan-jagoan, banyak juga dari temanku yang mencela. Atau sebut saja saat SMA, diama aku masih terobsesi dengan game, tetap saja ada oknum yang menganggapku sinting dan banyak berkhayal ketika aku membicarakan fantasi dan dunia-dunia tersebut

same bullshit, different people

aku sudah cukup terbiasa dengan hanya diam dan tersenyum, aku masih bagian dari dunia mereka. Aku masih berinteraksi seperti mereka dan aku masih menjadi bagian dari system yang saling menyeimbangkan bersama orang-orang ini. Tak peduli apapun yang mereka katakan terhadapku

aku tak perlu berpura-pura untuk apa yang kusuka, aku tak perlu membatasi diri berlebihan hanya demi terlihat “normal” dan “sama” di mata mereka. Sebab tentu saja, cool to be yourself

kalian tidak seluruhnya salah, memang banyak para maniak diluar sana yang memberi citra kalau menyukai jeketi adalah kegiatan tolol dan benar-benar kurang kerjaan. Dan yang kalian lihat itu memang benar. Namun sekali lagi, jangan samakan aku dengan mereka … banyak yang lebih dewasa menyikapi apa yang mereka semua sukai, dan itu butuh proses. Anggap saja mereka sedang dalam proses agar menjadi lebih baik

aku hanya tidak tahan terhadap pengucilan dan cap yang kalian berikan hanya karena kita sedikit berbeda pola pikir dengan kalian. I hate that and I’m (and us) not as freak as you though dude

daridulu tidak ada yang salah dengan mengidolakan seseorang. Akupun sadar jika semua idolaku jauh dari kata sempurna dan itulah aku tidak sampai memuja mereka. Paling tidak aku bisa mengambil sesuatu yang postif dari orang lain, sesuatu positif yang mereka punya sedang aku tidak

Apaan sih jeketi48, kayak tai

Sesudah show aku akan toss dengan member-member yang sudah memberikan show tadi sebagai rasa terima kasih, yeah another freak ways isn’t it?

Aku merapal kata-kata kalian tentang semua celaan tersebut, namun sejenak kemudian aku melihat senyum gadis-gadis ini. Mereka letih, namun tetap bersemangat menyambutku

Semua celaan tersebut telah hilang, dengan pikiran bersih aku menghampiri mereka dan membalas senyuman mereka. Aku puas, kenapa? karena …………..

I do what I love and I love what I do. And I don’t give a shit about what you said

SAM_4325

dedicated to all of my friend, my new family🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: