Lagi, Devi Kinal Putri

Well, sebenernya saya rada nggak enak juga sih posting hal-hal berbau jeketi48 di blog saya … takutnya ada yang #GueKecewaSamaLo dan menganggap saya #AnakSDsokCool karena hal-hal freak yang akan anda baca. but whatever, I hope you enjoy this post [hendik]

——————————————————————————————-

Aku sedang berjalan di tengah hujan, di depanku ada temanku fajar yang sedang menuntun sepeda motor yang ban sebelah belakang baru saja bocor. Hujan makin deras dan aku hanya bisa menunggu ban motor yang ditambal di sebuah gubuk kecil yang disulap menjadi bengkel tambal ban sederhana.

Perjalanan berlanjut setelah beberapa belas menit menunggu. Surabaya, kota dengan berliku kenangan. Bila aku punya Pensieve Dumbledore mungkin aku akan mengulang ingatan saat aku membolos sekolah saat kelas 3 SMA dan menonton band-band (yang mungkin kekini-kinian menurut kalian) idolaku dalam satu panggung, atau mungkin saat aku hendak berangkat dari stasiun gubeng jam 10 malam demi pergi ke bali dan bertatap muka dengan Hayley Williams, atau mungkin saat aku dan kamu masih baik-baik saja, sedang berada di sudut kota Surabaya dan tertawa bersama. Dan ingin rasanya aku ingin memiliki benda tolol dari dunia imajinasi tersebut, inginku memasukan kenangan Surabaya kali ini agar bisa kuputar kembali suatu saat nanti.

Okay, this looks bad

Panas sekali, agak aneh memang setelah hujan sederas itu tiba-tiba matahari serasa membakar tubuhku ketika aku sudah masuk perbatasan Surabaya. Aku janjian bertemu Ladan (temanku lagi) tepat di dekat patung hiu-buaya yang jadi icon kota ini. Sebelum akhirnya (maksudku anehnya) mendung gelap menutupi langit, hujan pun turun sangat deras. Ditengah hujan itu ladan datang dan kita bertiga berbincang di bawah atap ditemani tiga gelas teh hangat.

Lucu memang, aku dan idolaku (yang benar-benar tak pernah kuduga akan berjalan seperti ini untuk hubungan fans-idola) di tempat yang berbeda (deket sih sebenernya, tapi tetep aja beda lokasi hehehe) sama-sama sedang memandangi langit yang sama, merasakan tetesan hujan yang sama

Sampailah aku di lokasi meet and greet + direct selling, sebuah stasiun radio Surabaya yang … well, berada di daerah kampung dan jalananya banjir. Pemandangan yang lazim kulihat setelah sekian lama berada di dunia ini: remaja-remaja yang mengenakan berbagai attribute dan juga sebagaian besar dari mereka memakai setelan warna merah. Aku datang cukup telat, dan mungkin masuk urutan-urutan yang terakhir. Ladan dan fajar, aku memandang mereka dengan rasa penuh terima kasih. Mereka berdua memberikan tatapan yakin kepadaku, sebelum akhirnya kulangkahkan kaki untuk masuk ke gedung radio. Sekilas tampaklah mereka dengan kaos putih dan merah yang sangat familiar dari jendela, ingatanku kembali ke satu bulan yang lalu.

Aku mempunyai dua kesempatan mengantre untuk membeli CD dan dilayani langsung oleh idolaku seperti ini di jakarta, dan berakhir dengan “sang” waktu yang menggagalkan pertemuan kita sebanyak dua kali … namun ternyata waktu hanya mengulur pertemuan itu untuk saat ini, moment yang mungkin rela kutukar dengan kedua kegagalan di masa lalu

Aku melangkah ke barisan yang berjajar tiga, dan dua di sampingku yang ikut mengantre adalah dua orang gadis. Aku tidak peduli siapa yang diinginkan kedua gadis tersebut untuk mereka temui beberapa detik lagi, jujur saat itu aku hanya memikirkan diriku sendiri. Barisan depanku maju. satu dari mereka, seorang cowok berjalan layaknya tentara dan berhenti dengan posisi hormat. Aku tidak bisa melihat dan mendengar apa yang mereka bicarakan karena tertutup oleh sebuah belokan tembok putih. Sejenak kemudian cowok tersebut membawa satu buah CD dan cengar-cengir. Kini giliranku

Okay, this looks bad

Dengan rambut yang basah dan super tidak rapi, muka kucel karena perjalanan jauh, dan hoodie yang juga basah sebagian aku melangkah maju. Maka setelah aku mempercepat langkahku ke arahnya (agar tidak didahului dua gadis di sampingku) pada belokan tembok putih itu aku mendapatkan sebuah senyuman yang mungkin akan menghancurkan seluruh kata-kata yang sudah kususun rapi untuk dia

Kinal: “halooo (melambaikan tangan) , wuih kakaknya kalem nih”

Sadar kinal membaca tulisan “keep calm and straight edge” di kaosku, aku Cuma bisa tersenyum dan mendekati dia sekalem yang dia harapkan

Aku: “hai nal, emm …”

Kinal: (tersenyum) “terimakasih ya sudah membeli CD dari kita” (menyerahkan sebuah CD ke tanganku)

Saat kuterima CD darinya, yang kulihat adalah arloji warna biru muda yang melingkar di tangan kirinya. aku dengan reflek bawah sadarku tiba-tiba mengulurkan tangan untuk mengajak bersalaman

Kinal: “hehehe maaf kak, tapi kalo buat handshake nanti ada eventnya sendiri, jadi maaf banget ya” (tersenyum sambil mengatupkan kedua tanganya)

Okay, this looks bad

aku hanya bisa mengucapkan “hehehe” dan menggenggam CD itu, masih terasa hangat dari tanganya. Aku harus ngomong sesuatu, jika enggak aku akan melewatkan moment berharga ini, hatiku bergumam

Aku: “by the way nal, makasih ya udah datang ke Surabaya”

Kinal: “sama-sama kak, eh tapi kenapa jaket ama rambut kakak basah gitu?”

Aku: “hehehe, aku datang dari kota malang dan menerjang badai, hanya demi melihat kamu sore ini”

dan dia mengeluarkan ekspresi ketika cewek sukses digombalin, susah diungkapkan … sangat lucu dan kuharap kalian melihatnya sendiri😛

dua cewek sebelahku sudah meninggalkan sendy dan della tapi aku nggak peduli dan tetap berdiri di depan idolaku

Aku: “eh nal, kita bertemu bulan lalu di theater … tapi mungkin kamu sudah lupa dan aku memakluminya” (aku tersenyum)

Kinal hanya terdiam, raut mukanya seolah mengekspresikan beribu kata maaf

Aku: “gak jadi masalah nal, berapa ribu sih mereka yang ngefans sama kamu. Aku hanya salah satu bagian kecil yang mungkin tidak terlalu berarti dari system itu, tapi aku menikmati semuanya, semua hal tentang mengidolakan kamu”

Kinal masih terdiam namun dia mendengarkan itu sebagai sebuah curhatan seorang cowok yang tidak dia kenal namun dia tau kalau cowok ini mengidolakanya.

Karena aku cukup lama mengajak kinal mengobrol seorang staff segera menghampiriku, aku tersadar dan cukup panik

Okay, this looks bad

Aku: “yasudah nal, sukses ya Ujian Nasionalnya aku balik dulu”  (aku mulai melangkah mundur dan melambaikan tangan)

Kinal: (raut mukanya entah bagaimana menjadi lebih bersemangat) “iya kak, makasih ya … makasih banget buat kedatanganya, hati-hati pas pulang terus salam buat teman-temanya yang ada di malang ya” (dia membalas lambaian tanganku dengan penuh semangat)

Aku: “oh iya nal, satu lagi”

Kinal: “apa kak?”

Aku: “kita pasti akan bertemu lagi” (aku nyengir dengan tampang bego)

Dia memberikan satu senyuman paling manis yang pernah dia berikan kepadaku (well, aku tidak sesering itu mendapatkan senyuman darinya, tapi yang satu ini sangat manis)

Kinal: “pasti!” (masih tersenyum dan melambaikan tangan)

Dan dengan awkward aku melihat ke staff yang tampak agak sewot namun tersenyum ke arahku, staff itu juga mengucapkan terima kasih yang aku balas dengan senyuman garing

Aku melihat ke arah kinal (yang masih tersenyum kepadaku) dan…..

Memberikan kiss-bye

Stupid kiss-bye

Hey, mata kinal yang menjadi sipit ketika dia tersenyum (mungkin dikarenakan pipinya yang bundar) semakin menjadi sipit dan membentuk sebuah senyum …

Smiling eyes

Aku keluar dari gedung radio disambut ladan dan fajar yang menungguku di luar, mereka menghampiriku. Aku sejenak terdiam

Fuck, what was that? the Last minutes ago?

Aku tak perlu jawaban untuk pertanyaan bodoh itu. pertanyaan dari fajar seperti “bagaimana tadi ketemu kinal?” sudah terjawab dengan senyum lebar di bibirku, mereka berdua bisa mengerti dan ikut tersenyum. CD yang masih berbekas sidik jari kinal akhirnya kubuka, aku mendapat kartu janken Rena Nozawa …

Aku langsung ingat sebuah video orang mabuk yang berkata dengan pede: “oshi gue rena cooooy”

Okay, this looks bad

Setelah berputar belasan menit mencari trade untuk ditukar dengan kartu kinal akhirnya aku menyerah dan ingin menghibahkan kartu itu. Ketika tiba-tiba ada yang menawarkan janken card beby untuk ditukar dengan punyaku. “hmmm setidaknya kalo kutukar dengan beby, kartu ini bisa kuhibahkan buat jalu saat kita bertemu di Jakarta nanti” proses pertukaran selesai.

Niat baik akan menghasilkan sesuatu yang baik

Tak lama setelah aku memegang janken card beby tiba-tiba ada segerombolan anak menghampiriku, salah satu dari mereka tampak antusias dan bertanya “bro, mau tuker?”. ”boleh, tapi sama kinal” jawabku. Dia membuka salah satu dari tiga CD yang dibawanya dan memberikan kartu bergambar Devi Kinal Putri kepadaku, “deal”. Harusnya aku girang namun entah kenapa aku sudah agak malas dengan kesenangan bertubi-tubi ini, aku cukup tersenyum.

Tiba-tiba halaman gedung radio menjadi ramai…

Sejenak kemudian aku, ladan, fajar dan seluruh pengunjung menikmati suara indah dari sendy ariani diiringi della dan idolaku menyanyikan lagu heavy rotation, penonton sangat riuh memanggil nama mereka dan meneriakan chant mix. Aku hanya terdiam memandangi satu orang yang terhalang oleh staff bastard,dia yang ikut bernyanyi dengan semangat dan tidak sekalipun menoleh ke arahku

dan juga …

Seseorang yang memberikan secuil kebahagiaan di sore ini.

Meski aku kehujanan …

Meski aku capek …

Meski handphoneku konslet karena kemasukan air …

: )

SAM_3906

Bonus material:

Ketika aku berjalan di parkiran aku menangkap percakapan seorang pihak keamanan event dengan seorang wota

Keamanan: “tadi siapa aja, ada della, sendy ama satu lagi lupa…”

Wota: “kinal pak”

Keamanan: “eh iya, yang mana aja sih mereka bapak tadi rada bingung”

Wota: “kinal yang pake celana panjang ama sepatu boots, sendy yang pake celana pendek, kalo della yang satu-satunya pake kaos merah pak”

Keamanan: “wah iya, si sendy itu cantik ya … menurut kamu yang paling sip siapa?”

Wota: (muka awkward) “yaaah, semuanya cantik kali pak”

Keamanan: “iya sih, mereka pada cantik-cantik, bodi-nya juga pada bagus dan mulus”

Wota: (pasang muka makin awkward)

[beberapa meter dari sana, aku berusaha menahan tawa]

Nb: beribu terimakasih untuk ladan dan fajar yang turut mempersembahkan kisah ini, juga thanks banget buat penjual bakso sebelah bonbin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: