Tipuan Ramadhan

Saat itu saya masih kelas 2 SD, dan saat itu bulan ramadhan (saya udah mulai berpuasa kala itu). Suatu hari ada instruksi dari wali kelas agar esok hari membawa garam ber-iodium sekian gram untuk disumbangkan ke posyandu. Esok pun tiba dan saya membawakan garam sesuai instruksi wali kelas.

Saat saya hendak mengumpulkan garam ke meja depan, tiba-tiba seorang teman (namanya doni) nyeletuk. “Woy itu beneran garam apa nggak? Kok kayak gula gitu?”

Dan aku menjawab, “ya beneran garam lah, masak bisa salah.”

“Gak yakin nih aku, beneran kayak gula itu!” Balas doni. Aku yang jengkel segera membuka bungkusan yang kubawa dan mencelupkan jariku, lalu dengan santai menjilatnya.

“Tuh asin!, bener garam kan…” Sahutku tanpa dosa. Serentak teman satu kelas yang sedari tadi mengamati kita berdua tertawa terbahak-bahak.

“Kamu udah batal tuh puasanya ndik!” Sahut salah satu dari mereka. Aku terbengong menyadari kebodohanku.

Saat-saat ramadhan seperti itu, ketika semua masih taraf belajar dan banyak godaan yang datang lalu aku tergoda. Bila saat ini (dengan umur segini) aku ingin menuruti nafsu dan membatalkan ibadah puasaku cuma karena godaan-godaan sepele, aku hanya bisa malu terhadap umur dan diriku di masa lalu.

 “ Kisah ini akan selalu mengingatkanmu bahwa kamu udah nggak pantes lagi kayak anak SD yang batalin puasa cuma karena hal sepele “

2 responses

  1. klo jilat tapi ga ditelen, ga batal kok

    1. hahaha, itu pas masih kecil banget bro, buat perumpamaan saja

      kalo bener-bener nggak sengaja kan juga nggak batal semestinya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: