beli nasi goreng dan ngobrol random

malam ini hujan gerimis membasahi kota malang. saya yang dari tadi cuma gelimbang-gelimbung di kamar, main game, baca komik, mantengin leptop akhirnya gemetar. bukan, bukan gemetar karena saya lihat setan. tapi gemetar karena belum makan malam.

akhirnya saya tancap motor saya menuju sebuah gerobak abang-abang nasi goreng (yang sebenarnya bisa dibilang lumayan langganan). sesampainya disana saya langsung pesen nasgor buat dibungkus dan duduk nungguin. saya duduk disamping seorang koko-koko berkacamata frame putih, pake celana panjang, jaket hoodie biasa, dan pake topi ala topi bokap saya dirumah

kalo susah bayangin coba aja bayangin koko koko remaja yang biasa main game online sampe pucet di warnet trus mendadak absen main seminggu karena tiba-tiba sakit tiphus

seperti biasa saya duduk dengan separo bengong dan tampang bego. tapi karena merasa diamati saya lirik mata ke arah kanan. men, si koko ngeliatin saya. berusaha keep calm akhirnya saya cuekin saja koko ini. namun makin lama dia semakin lekat memandangi saya sampai-sampai mendekatkan wajahnya ke saya. agak risi saya pun noleh dengan wajah tanda tanya ke dia, ehh malah dibales dengan senyuman lebar dan terus memandang… oh shit

i’m not gay, even i never have a girlfriend at least believe me that my “P” still erect normally with some naked girls… believe me

“mas, permisi boleh ngobrol sebentar?” tiba-tiba doi ngomong.

“i…iya, kenapa?” jawabku, berpikir positif mungkin saja ada yang salah dengan pakaian, penampilanku ato apalah

“namanya siapa ya kalo boleh tau?” lanjut dia, ok it sounds gay

“hendik”

“saya william” katanya sambil tersenyum lagi, “mas tinggal dimana ya kalo boleh tau?” lanjut dia.

“errr, cengger ayam sini” jawabku masih belum paham. dan william mengangguk-angguk pelan sambil tersenyum.

cuk habis ini nasi gorengku dikasih obat bius dan aku disamperin kost buat diculik koko koko gay masochist

“sebenernya ada apa sih?” akhirnya aku bertanya

“ahhh, enggak cuman kok saya lihat mas hendik ini kurus sekali. makanya saya heran” kata dia sambil mandangin saya lagi. ok i got his point now

“mas hendik bisa kurus gini kenapa ya?” lanjut dia

“wah gak tau juga mas, udah dari kecil kurus gini…” jawabku

“dari kecil? wah, maaf mas nggak kena sakit apa gitu kan?”

brengsek saya dituduh penyakitan, batinku “enggak kok mas, beneran ini kurus bukan karena penyakit tapi emang dari kecil udah kurus gini”

“kok aneh ya mas? sampe gede kok tetep kurus?”

“kalo saya tetep jadi anak kecil dan enggak gede-gede itu baru namanya aneh mas”  jawabku, agak sebal

“tapi mas hendik sehat kan? gak konsumsi zat berbahaya kan?” tanya dia lagi

“ehm, mas tadi pagi saya barusan jogging dan ngos-ngos’an… meski gitu saya tetep sadar kalo olah raga itu penting” jawabku kini agak sedikit dengan nada sebal

william hening agak lama, sampai akhirnya dia seperti menemukan sesuatu

“AHA, saya tau sekarang penyebab anda kurus begini!” sahutnya girang

aku cuma melongo

“anda pasti terkena KUASA KEGELAPAN” jawabnya dengan muka berbinar

dari sekian orang yang heran kenapa saya bisa kurus, baru kali ini saya mendengar alasan yang sangat norak seperti ini. dan saya cuma bisa pasang ekspresi ini mendengarnya

IMG00352-20110520-2113

“maksud mas william saya dikuasai kegelapan gitu?” tanyaku sambil garuk-garuk kepala

“iya, itulah penyebab masnya nggak bisa jadi gemuk padahal mas nggak penyakitan, makan teratur… (dan saya langsung berpikir, padahal saya aja nunggu gemeter baru makan) dan masnya juga olah raga, jadi kesimpulanya semua ini akibat kuasa kegelapan” jelas william

aku masih melongo

“dan saya punya teman yang bisa menghilangkan kegelapan dengan doa-doanya kalo mas berminat” lanjutnya lagi

“err… tapi saya gak ada masalah sih sebenernya dengan badan kurus kayak gini” kataku

“lho apa mas ada masalah dengan kepercayaan diri gitu? atau mungkin masalah dengan orang-orang yang mengolok-olok anda? atau susah cari teman?” tanya william lagi

“enggak tuh, mungkin saya orangnya agak pemalu tapi itu diluar kondisi fisik saya, dan masalah olok-olok itu cuma terjadi pas saya masih kecil… kini sudah berangsur hilang, dan masalah teman… well, saya punya lumayan banyak teman yang baik sih” jawabku

“oh gitu ya mas… tapi kegelapan mungkin menyelimuti anda, apakah anda tidak ingin terbebas?” katanya berusaha meyakinkan.

“mas, ini nasi gorengnya udah jadi” sambung abang penjual nasgor. aku beranjak mengambil bungkusan nasgorku dan membayar, lalu aku bersiap pulang

“sudah dulu ya mas william, makasih udah ngobrol-ngobrol sama saya… oh iya, meski ada kegelapan dalam diri saya. saya baik-baik saja kok karena saya adalah dark knight” jawabku tersenyum. dan dia membalas senyumanku juga

sepulangnya di kost aku mencoba mencerna percakapan yang super awkward barusan dengan william. hingga akhirnya terpikirkan satu hal

lambat laun seiring usia jumlah orang-orang yang mengolok-olok dan memberi pandangan tidak biasa kepada fisik ku masih kalah dengan jumlah orang-orang yang menyapaku dengan hangat ketika bertemu.

gak ada yang sempurna di dunia ini, namun aku cukup merasa sempurna dengan menjalani hidup apa adanya sampai saat ini

FIN.

4 responses

  1. kuasa kegelapan jere

    asu =))

    1. menyenangkan ngobrol dengan orang-orang mistik seperti itu

      1. shape-shifter?

      2. jangan-jangan kamu adalah william

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: