theist

mungkin di social media (khususnya twitter) sekarang mulai marak akun-akun yang berargumen bahwa menjadi theist itu adalah hal yang bodoh. bisa dimulai dari pembantahan apa saja hal-hal yang ada di dalam kepercayaan dalam suatu agama dengan akal logis. misal “apa korelasi antara berdoa dan dapat rezeki?”

hal itu sekarang marak kenapa?

apakah generasi ini sudah berubah menjadi generasi yang cerdas, atau bahkan terlalu cerdas?

apakah memang beragama dan terlalu terjerumus dalam agama adalah ujung dari hal-hal konyol semacam perbuatan melawan logika manusia?

i’ll tell you something, saya adalah seorang muslim dan seperti logika manusia bilang “agama cuma hal kebetulan saja mengenai tempat dimana kamu lahir dan dengan siapa kamu hidup dalam lingkunganmu” dan benar, keluarga saya adalah orang-orang jawa dengan agama islam. dengan pola pikir para atheist memang saya bisa menangkap semua argumen mereka tentang semua yang dilakukan kaum theist pada dasarnya lucu buat logika manusia.

saya tidak mengamini semua itu, iman saya tetap teguh.

sebagai remaja yang kadar keimanan biasa saja saya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

agama (saya) mengajarkan sesuatu yaitu pahala dan dosa. simple: bila kamu berbuat baik maka kamu akan mendapat pahala, bila kamu berbuat buruk maka kamu mendapat dosa.

agama saya juga mengajarkan hal-hal yang tabu buat dilakukan seperti mencuri, berzina, mabuk dan sebagainya. tidak munafik bahwa manusia tidak bakal lepas dari dosa, termasuk juga saya dan pasti akan muncul pertanyaan lagi kenapa percaya dengan konsep pahala dan dosa bila kamu tetep gak bisa selamanya berbuat baik/jahat?

agama bagi saya adalah pembentuk attitude. bayangkan jika semua manusia tidak lagi ada konsep surga-neraka dosa-pahala (meskipun bagi kaum atheist semua itu hanya bualan belaka) bakal jadi apa manusia-manusia sekarang?

dosa membentuk rasa takut bagi saya. rasa takut ketika membayangkan bagaimana kalau handphone teman saya ambil lalu saya jual

rasa takut buat memperkosa gadis yang tidak saya kenal karena dia tidak berdaya

rasa takut buat menganiaya dan menindas makhluk yang lebih lemah daripada saya

pahala dan dosa juga akan membentuk yang lain seperti rasa iba, simpati

 

ah…

 

semua ada batasan, percuma juga berargumen dan merasa paling benar sendiri. cuma selewat tulisan ditengah fenomena maraknya orang yang menghina agamanya sendiri dan betapa bangganya sepemikiran dengan para argumen theist ataupun atheist. sejauh saya tau batasan saya dan kalian tau batasan kalian, kita akan tetap hidup damai beriringanšŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: