KPR

Malam itu saya sedang family time dengan ibu saya (saya biasa panggil beliau “emak”) biasa, makan baso setelah belanja-belanja beberapa barang (biasa, mumpung weekend ini saya pulang ke kota perantauan setelah beberapa minggu tidak pulkam.)

Saya akhirnya merantau kembali setelah menjalani kurang lebih 4 tahun masa kuliah, yah masih di Jawa Timur lagi sih merantaunya, kali ini di Surabaya. Saya diterima bekerja di salah satu perusahaan yang concern di bidang Travel Operator (siapa sangka pintu rejeki bakal menuntun ke arah mana ya?) Dan kebetulan weekend ini saat yang tepat untuk sedikit ngobrol masalah kerjaan dengan emak.

Emak: “Udah gajian ndul? Banyak duit dong sekarang?”

Saya: “Ya gini-gini aja mak, hamdalah yang penting enggak kurang.”

Emak: “E..e..eee dipakai apa biasanya duitnya?”

Saya: “Ditabung mak.”

Emak: “Gaya bener, emang lagi nabung buat apa?”

Saya: “Buat ngambil KPR mak,” (Niatnya bercanda.)

Emak: “Halah! Jangan bingung masalah itu dahulu. Mending duitnya kamu pakai makan enak dahulu 3x sehari kalau buat sekarang.”

Saya: “Yaa kalau nggak makan entar mati mak hehehe, lagian cuma bercanda kok. Tahn pertama kerja dan income segini mana cukup buat KPR buat waktu dekat seperti ini,” balasku sambil nyengir.

Emak: “Ooooh, yawis,” sembari lanjut makan.

Entah apa yang ada di pikiran Ibu saya waktu itu, yang jelas mungkin beliau kaget kalau anaknya yang pecicilan kayak gini udah mikir KPR.

Nanti ada waktunya kok, mak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: